Bab 1Bab 1. Permulaan
Sejak David pindah ke rumah peninggalan orang tuanya, hidupnya terasa kosong. Rumah itu terlalu besar untuk ditinggali sendiri. Karena pekerjaannya yang menyita waktu, ia mempekerjakan seorang pembantu rumah tangga bernama Nadela.
Nadela tidak banyak bicara, tapi kehadirannya membawa kehangatan yang lama hilang dari rumah itu. Setiap pagi aroma masakan sederhana buatannya memenuhi dapur. David mulai terbiasa mendengar suara langkahnya di koridor, atau melihatnya menyiram tanaman di halaman saat senja turun.
Awalnya hubungan mereka kaku dan formal. Namun hari demi hari, percakapan kecil tentang hal-hal sepele berubah menjadi obrolan panjang tentang mimpi, keluarga, dan luka masa lalu. David terkejut mengetahui betapa tangguhnya Nadela menjalani hidup seorang diri di kota besar.
Suatu malam listrik padam karena hujan deras. Rumah itu gelap, hanya diterangi cahaya lilin yang Nadela letakkan di ruang tamu. Hujan mengguyur tanpa henti, angin membuat jendela bergetar. Dalam suasana temaram itu, mereka duduk berhadapan, jarak terasa lebih dekat dari biasanya.
“Mas takut gelap?” tanya Nadela setengah bercanda.
“Hm, tidak. Tapi malam seperti ini… terasa sepi” jawab David sambil tersenyum tipis.
Nadela menatapnya lebih lama dari biasanya. Ada sesuatu yang berubah di antara mereka, bukan sekadar majikan dan pembantu, melainkan dua orang dewasa yang sama-sama merasa kesepian.
Hujan semakin deras. Tanpa banyak kata, David menggenggam tangan Nadela. Tangannya hangat, sedikit gemetar. Nadela tidak menariknya. Tatapan mereka bertemu, penuh pertanyaan dan keraguan, tapi juga keinginan untuk dimengerti.
Malam itu mereka berbicara lebih jujur daripada sebelumnya. Tentang kesepian. Tentang kebutuhan akan seseorang yang hadir bukan hanya secara fisik, tapi juga secara hati. Ketika jarak akhirnya benar-benar hilang, itu bukan karena dorongan sesaat, melainkan karena kedekatan yang tumbuh perlahan.
Di luar, hujan terus turun. Di dalam rumah yang dulu terasa kosong, untuk pertama kalinya David merasa tidak sendirian lagi.