Kesalahan Penulis Novel Pemula
Mengetahui kesalahan umum sejak awal bisa menghemat banyak waktu. Kenali kesalahan yang sering dilakukan penulis pemula dan cara menghindarinya.
Menulis novel tidak harus dimulai dengan sempurna. Sebagian besar penulis pemula melakukan kesalahan yang sama — dan kabar baiknya, semua kesalahan itu bisa dihindari jika kamu mengetahuinya sejak awal.
Berikut dua belas kesalahan yang paling sering dilakukan penulis pemula, beserta cara mengatasinya.
1. Menunggu Ide yang Sempurna
Tidak ada ide yang sempurna dari awal. Menunggu terlalu lama justru membuatmu tidak pernah mulai. Ambil ide apa pun yang kamu punya dan kembangkan sambil menulis.
Belum punya ide cerita? Baca cara menemukan ide cerita novel.
2. Menulis Tanpa Kerangka
Menulis tanpa arah membuatmu mudah tersesat di tengah cerita. Kamu tidak perlu membuat outline yang rumit — kerangka sederhana berisi awal, konflik, titik balik, klimaks, dan akhir sudah cukup untuk memberimu arah.
Pelajari juga cara membuat plot novel.
3. Membuat Karakter yang Datar
Karakter tanpa keinginan dan kekurangan membuat cerita hambar. Pastikan tokoh utamamu punya motivasi dan konflik batin yang jelas.
Karakter datar:
Rina adalah perempuan baik yang ingin hidup bahagia.
Karakter lebih menarik:
Rina ingin membuka toko rotinya sendiri, tetapi dia takut gagal seperti ayahnya.
Belajar lebih dalam di cara membuat karakter novel.
4. Terlalu Lama Menunda Menerbitkan
Tidak semua penulis harus menunggu novel selesai sebelum menerbitkannya. Dengan menerbitkan chapter demi chapter, kamu bisa mulai membangun pembaca sejak awal, melihat respons mereka, dan tetap melanjutkan cerita sambil berkembang sebagai penulis.
Di Aksaloka, kamu bisa menerbitkan novel chapter demi chapter. Pelajari caranya di cara menerbitkan novel online.
5. Membuat Pembukaan Terlalu Lambat
Jangan menghabiskan terlalu banyak chapter untuk menjelaskan kehidupan tokoh sebelum cerita benar-benar dimulai. Mulailah di momen yang menarik, dan berikan informasi seperlunya sambil cerita berjalan.
6. Terlalu Banyak Menjelaskan
Jangan selalu memberi tahu pembaca apa yang dirasakan tokoh. Biarkan tindakan dan dialog ikut menunjukkannya. Pembaca lebih percaya pada apa yang dilakukan karakter daripada apa yang diceritakan.
Baca juga cara membuat dialog novel.
7. Membuat Konflik yang Dipaksakan
Jangan membuat tokoh mengambil keputusan tidak masuk akal hanya supaya cerita menjadi panjang. Konflik harus masuk akal berdasarkan karakter dan situasi cerita.
Pelajari cara membuat konflik dalam novel.
8. Menggunakan Terlalu Banyak Karakter
Penulis pemula kadang memperkenalkan terlalu banyak tokoh sekaligus sehingga pembaca sulit mengingat siapa mereka. Fokus pada beberapa karakter utama, dan kenalkan tokoh baru secara bertahap.
9. Tidak Menyelesaikan Novel
Terlalu sering memulai cerita baru sebelum menyelesaikan cerita sebelumnya membuatmu memiliki banyak ide, tetapi sedikit novel selesai. Selesaikan satu cerita sampai tuntas sebelum berpindah ke cerita berikutnya.
10. Mengejar Kesempurnaan Sejak Draft Pertama
Draft pertama tidak harus sempurna. Tugas draft pertama adalah membuat cerita selesai. Kamu selalu bisa memperbaiki setelahnya.
11. Tidak Membaca Ulang Tulisan
Setelah chapter selesai, baca kembali untuk mencari bagian yang membingungkan, berulang, atau tidak diperlukan. Membaca ulang adalah cara paling sederhana untuk memperbaiki kualitas.
12. Takut Mendapatkan Kritik
Umpan balik yang baik membantu melihat masalah yang mungkin tidak kamu sadari sendiri. Terima masukan dengan terbuka, dan gunakan untuk berkembang.
Kesalahan yang Sering Terjadi di Chapter Pertama
- Terlalu banyak penjelasan latar belakang.
- Memperkenalkan semua karakter sekaligus.
- Konflik terlalu lama muncul.
- Dialog terasa seperti penjelasan.
- Tidak ada alasan untuk membaca chapter berikutnya.
Chapter pertama tidak harus menjelaskan semuanya. Tugasnya adalah membuat pembaca ingin membaca chapter kedua.
Kesalahan dalam Membuat Ending
- Semua konflik selesai dalam satu halaman.
- Solusi muncul tiba-tiba.
- Tidak ada konsekuensi dari konflik.
- Ending tidak sesuai dengan perkembangan karakter.
Cerita sudah hampir selesai tetapi ending terasa terburu-buru? Baca cara membuat ending novel.
Sudah Terlanjur Melakukan Kesalahan? Jangan Panik.
Hampir semua penulis pernah membuat kesalahan. Draft pertama memang tidak harus sempurna. Yang penting adalah kamu menyelesaikan cerita, membaca ulang, memperbaiki bagian yang lemah, dan terus belajar.
Novel yang selesai dan bisa diperbaiki jauh lebih berharga daripada novel sempurna yang tidak pernah ditulis.
Checklist Penulis Pemula
- Apakah saya tahu arah cerita?
- Apakah tokoh utama punya tujuan?
- Apakah ada konflik?
- Apakah setiap chapter punya perkembangan?
- Apakah dialog terasa alami?
- Apakah saya terlalu banyak menjelaskan?
- Apakah pembukaan cukup menarik?
- Apakah ending cerita sudah saya pikirkan?
- Apakah chapter ini sudah saya baca ulang?
- Apakah saya siap menerima masukan pembaca?
Panduan Berikutnya
Temukan panduan yang sesuai dengan masalah yang sedang kamu hadapi:
- Belum punya ide? → Cara Menemukan Ide Cerita
- Tidak tahu alurnya? → Cara Membuat Plot
- Karakter terasa datar? → Cara Membuat Karakter
- Konflik tidak kuat? → Cara Membuat Konflik
- Dialog kaku? → Cara Membuat Dialog
- Bingung POV? → Cara Menentukan Sudut Pandang
- Bingung mengakhiri cerita? → Cara Membuat Ending